Yudas 1:1-4 ITB

Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.


Permasalahan bahwa injil kasih karunia adalah sebuah kebebasan untuk hidup dalam dosa bukanlah sebuah perdebatan yang hanya terjadi di abad 21. Yudas telah menuliskan tentang hal itu 2000 tahun yang lalu. Bahkan pada saat itu saat beberapa orang yang mendengar betapa baik luar biasanya kasih karunia Yesus Kristus, menyelewengkan dan mencapnya sebagai izin untuk melakukan dosa. Siapakah mereka itu? Orang-orang agamawi yang mengembangkan ajarannya atas dasar rasa takut dari orang-orang yang tidak berpendidikan dan berpikiran sederhana. Orang-orang semacam itulah yang melihat bahwa kasih karunia adalah sebuah ancaman, karena mereka bisa kehilangan perhatian dan penghormatan dari orang banyak, sehingga pengaruh mereka semakin berkurang.


Kasih karunia tidak mendorong ataupun membenarkan hidup dalam dosa. Semakin kita menghargai kasih karunia Yesus Kristus, semakin jelas hubungan kita dengan ABBA BAPA sebagai anak-anak Allah. Anak-anak Allah tidak lagi menjadi budak dosa, dengan demikian dosa tidak lagi berkuasa atas kita! Kenyataan dari injil kasih karunia dalam orang percaya adalah kita dengan senang hati semakin berkurang dan YESUS KRISTUS semakin bertambah dalam segala area kehidupan kita, sama seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 3:30.


Setiap orang yang mencemooh kasih karunia Yesus Kristus dan menyebutnya sebagai izin untuk berbuat dosa sayangnya malah menempatkan diri mereka dalam masalah sebab mereka meremehkan karya Roh Kudus dalam diri anak-anak Allah. Saudara yang terkasih, Tuhan Yesus adalah kasih karunia dan Ia adalah kemurahan, oleh karena itu mari kita membesarkan DIA dan bukan diri kita sendiri. Marilah kita mengarahkan pandangan pada Yesus dan mengizinkan kasih karunia-Nya setiap hari berlimpah-limpah di dalam kita. Kasih karunia dan damai sejahtera bagi saudara! – PL